Program Literasi

1. KALISFOURKA (Kamis Literasi 4 Kawan) 2024

Program kegiatan literasi yang diselenggarakan setiap hari Kamis sebagai wadah untuk meningkatkan minat baca, keterampilan menulis, serta kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Melalui berbagai aktivitas seperti membaca bersama, diskusi buku, berbagi karya, dan refleksi inspiratif, KALISFOURKA 2024 mendorong kolaborasi dan semangat belajar di antara peserta. Program ini menjadi ruang positif untuk menumbuhkan budaya literasi yang aktif, menyenangkan, dan berkelanjutan.

2. RASI ( Rabu Literasi) 2025

Program kegiatan literasi yang dilaksanakan setiap hari Rabu sebagai upaya menumbuhkan budaya membaca dan menulis secara konsisten. Melalui kegiatan seperti membaca mandiri, diskusi buku, resensi, hingga berbagi karya tulis, RASI 2025 menjadi wadah pengembangan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan komunikatif. Program ini bertujuan membangun kebiasaan literasi yang positif, inspiratif, dan berkelanjutan di lingkungan sekolah maupun komunitas.

3. KALIBA ( Kamis Literasi Bahasa Bali) 2025

Program literasi yang dilaksanakan setiap hari Kamis dengan fokus pada pelestarian dan pengembangan Bahasa Bali. Kegiatan ini mendorong peserta untuk membaca, menulis, dan berdiskusi menggunakan Bahasa Bali melalui berbagai aktivitas seperti membaca lontar, menulis aksara Bali, membuat cerita pendek, serta berbagi wawasan budaya. KALIBA 2025 menjadi wadah untuk menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa dan budaya Bali sekaligus memperkuat identitas lokal di era modern.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait